Langsung ke konten utama

Jika Saja


. Jika saja itu cinta, aku akan langsung menarik pergelangan tangannya dan melekatkannya erat di lingkar pinggangku
. Jika saja itu cinta, aku tidak peduli ada berapa pasang mata yang melihat, aku akan  merangkulnya dan mencium keningnya
. Jika saja itu cinta, pasti sekarang aku sudah bahagia
. Sayangnya itu sama sekali bukan cinta
. Tidak hanya kamu, aku juga telah tertipu
. Aku telah berlari jauh-jauh dari bagian bumi yang lain hanya untuk memastikan itu cinta
. Ternyata bukan
. Lantas bunga mawar yang kupegang harus aku jatuhkan di tempat ini juga
. Karena aku telah lelah
. Lelah bukan pasrah
. Semoga di pertemuan selanjutnya, itu benar-benar cinta
. Bukankah kamu juga berharap demikian?
. Sekarang mari kita sejenak membasuh luka dan menutupnya dengan perban terbaik
. Jangan penah melihat lukaku
. Aku juga tidak akan pernah melirik milikmu
. Jika perbanmu sudah habis, silahkan bertamu
. Aku akan berbagi perbanku untukmu juga
. Dan semoga kita kembali kuat untuk berdiri lagi
. Sudah itu berlari
. Dan semoga kita bertemu cinta
. Semoga

*temanmu*

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fight Againts You

Hujan, oh nope . Hanya gerimis, itu pun tidak terlalu mengancam keberadaan jaket seharga puluhan dollar yang sedang aku tenteng di bahuku. Sebaiknya memang aku pulang lebih awal. Sebelum hujan semakin deras dan menahanku di kedai kopi bodoh ini. Why so? I mean, why do I call this stupid coffee shop? Because , aku dulu pernah merasa bodoh berada di sini. Untuk waktu yang sangat lama, oh aku lupa mungkin saja tidak selama itu, akhir-akhir ini perhitungan matematikaku sering meleset. Hanya, sekitar 5 tahun lebih mungkin. See? Tidak terlalu lama, bukan? Aku bangkit dari sofa ungu yang sedari tadi aku duduki hanya untuk berkencan dengan segelas Gin dan berjalan menuju pintu keluar. Masih dengan jaket hitam yang aku tenteng di bahu kiriku, aku bermaksud menggunakannya dan seseorang meraih tanganku. Bukan orang asing, sama sekali. Hanya saja aku sedang tidak dalam kondisi mood yang sempurna untuk melakukan nostalgia, terlebih nostalgia tentang kebodohanku di masa lampu. Yap, that’...