Aku sedang belajar. Aku sedang belajar menjadi daun yang harus gugur pada musimnya. Entah pohonku dimana. Aku tidak tahu persis. Yang aku tahu, aku diterbangkan angin tenggara sampai kesini. Aku sedang menulis. Menulis semua isi di hatiku yang mulai berorasi. Sayangnya, aku tidak pernah memiliki penghapus. Aku hanya memiliki tinta yang aku dapat dari pohon yang menggugurkan daunku. Aku tidak pernah bermimpi menjadi manusia. Karena manusia hidup terlalu lama. Aku sendiri tidak paham bagaimana mereka bisa bertahan dengan kenangan yang seharusnya tidak mereka kenang. Setiap hari. Setiap hujan datang. Setiap malam di kedai kopi kesayangan. Manusia, mungkin memang seperti itu. Aku sedang belajar. Belajar menjadi daun yang tegar. Meski aku merindukan pohonku. Aku merindukan tempat dimana aku bisa bercengkerama dengan daun-daun lain. Aku hanya tidak ingin sendirian seperti ini. Di pantai ini. Sepi, hanya ada suara ombak yang menggelegar dan membuatku semakin takut. Aku seda...
a blog by Della Rosalita