Langsung ke konten utama

Suatu hari di bahari....

Tak ada pengaruhnya tindakan ini pada sepucuk kemungkinan, karena mentari pun akan terbenam.
Tetap saja mengadu pada dinginnya malam sampai dinginnya menguliti pikirku.
Sama sekali tidak ada pengaruhnya pada seucap kata ini karena waktu tak pernah sekalipun menunggu.
Lalu, harus terus berjalan dan pura-pura tidak mendengar, pura-pura tidak merasakan.
Meskipun kenyataan pada akhirnya akan menang di ujung persimpangan.
Lalu tahapku hanya sampai melalui dan merasakan atmosfer kekecewaan yang semakin keras tertawa.
Sudahlah, mari kita duduk sejenak, menikmati bahari dan aroma kopi merk-ku sendiri.
Karena esok, lusa, dan seterusnya akan datang badai yang mungkin dapat mengoyakkan ilusi dalam hitungan nano second.
Mari menikmati kekecewaan ini dengan senyuman.
Lalu kita hamburkan bersama anai-anai di musim semi nanti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear Soul

"Terima kasih, kau telah melepaskan segel itu dan membiarkan sayapku mengepak indah tanpa rasa takut lagi. Terima kasih, kau telah menghidupkan kembali raga yang membeku sejak butiran jiwa itu pecah menjadi ribuan keping. Maaf, aku terlalu lambat menyadari. Menyadari segel yang membekukan gerakku sejauh ini. Aku telah memiliki kembali ribuan pecahan jiwaku yang dulu sempat hilang. Dan takkan aku biarkan manusia macam manapun mengambilnya. Lagi." Jauh sebelum jiwaku disegel, aku mengenal sebuah sosok yang indah. Aku bahkan tidak mampu manamai wujudnya. Cukup indah untuk manusia biasa sepertiku. Terkadang ia hadir dalam setiap petir yang hampir membabat habis keberanianku. Lain waktu ia hadir dalam purnama yang terang, tampak ia semakin lembut ketika wajahnya tersinari cahaya purnama. Aku merasa sedikit lubang yang selama ini aku rasakan mulai tertutup perlahan-lahan karena kehadiran dirinya yang sangat abstrak. Tetapi, ia sering meninggalkan pesan tidak wajar dalam set...

15 Juni 2014

Mungkin ini yang disebut menumbuhkan pohon semangat pada tanah yang tak lagi mengenal hujan di bulan Desember. Ada dimana daun itu harus gugur dan menjadi pupuk untuk pohon lainnya yang masih mencoba menjamah kebebasan baru. Mungkin ini kesekian kali semangat melesat jauh tanpa batas diluar kendali yang ketat. Sudah seharusnya seperti itu. Karena semangat itu takkan lagi utuh ketika separuh atau seluruh jiwanya diterbangkan angin tenggara. Sebuah sosok yang bisa mematikan, dan juga bisa menghidupkan. Itulah kau. Sementara aku adalah sesosok semangat yang hanya tinggal nama di antara nisan-nisan yang bahkan tak pernah mendengar doa. Aku bukan lagi semangat tanpa alasan seperti yang manusia rasakan. Maka bolehkah aku sejenak menyelinap di dinding pikirmu yang telah keropos dan mengoyakkan seluruh sarafmu agar hilang tak berbentuk? Dan aku akan menjadikanmu imaginasi baru dalam dimensi yang kau miliki. Orang lain hanya bisa bertamu di teras tanpa bisa masuk dan mengendalikamu dari dal...

i am ready to fly

"During these days, i know there's something burden my mind. I don't even think about it. This message, just the moment before anything's burn. Burning my dreams, burning your lies. I know that your scent which always blew up into the day when i came along. But then, i know one thing for sure. Everything is never exist since the day. Even now you  take her or not, that's no longer my case. Right before you said "i won't disappoint you", i knew everything is going to mess and broke.  Like they swim inside my heart, they'll never find where is my heart actually. I keep it save. Far away from human reach. And the moment before everything's gone, i promise i will not allow myself to take a little mind about anyone. I swear. Everything is just wasting my time. To get a better life after all this things happen to us. I don't even think about the pass or what. Because it means nothing to me." Regards, Dhe. But then the other side...